PROPOSAL BAB 1. evaluasi Manajemen pendidikan. STT ELOHIM INDONESIA





BAB I
PENDAHULUAN


1.1.    LATAR BELAKANG MASALAH
Di negara-negara yang sudah maju, pendidikan dipandang sebagai sarana utama untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Untuk beberapa masalah tertentu, kesejahteraan bangsa bahkan dibebankan ke pundak sekolah. Diakui bahwa kritik-kritik sering muncul tentang sistem pendidikan yang sering berubah dan tidak seimbang, kurikulum yang kurang tepat dengan mata pelajaran yang terlalu banyak dan tidak berfokus pada hal-hal yang seharusnya diberikan, dan sebagainya. Namun masalah yang paling parah pada setiap sistem pendidikan yaitu kurangnya evaluasi yang efektif.
Kesadaran akan hal tersebut merupakan salah satu langkah ke arah perbaikan, di mana evaluasi dapat memberikan pendekatan yang lebih banyak lagi dalam memberikan informasi kepada pendidikan untuk membantu perbaikan dan pengembangan sistem pendidikan. Oleh sebab itu, orang-orang yang berpengaruh dalam pendidikan, pakar­pakar pendidikan, dan para pemimpin menyokong dan menyetujui bahwa program pendidikan harus dievaluasi. Para orang tua yang mengerti menginginkan informasi tentang kurikulum dan metode pengajaran yang digunakan untuk mengajar anaknya. Kelompok warga lainnya ingin mengetahui hasil yang dicapai dengan biaya yang telah mereka bayar. Karena evaluasi dapat membantu mengadakan informasi tersebut, maka para pembuat aturan pendidikan dapat memakai hasil evaluasi sebagai acuan dalam proses perbaikan pendidikan. Pakar maupun pemimpin sekolah dan universitas menerima evaluasi sebagai persyaratan untuk memperoleh dana guna bermacam-macam program pendidikan. Pengajar dan karyawan melihat evaluasi untuk mengetahui apa yang telah mereka kerjakan. Singkatnya, evaluasi telah diterima secara luas dalam pendidikan dan bidang-bidang lainnya yang relevan.
Kemajuan suatu bangsa juga sangat dipengaruhi oleh kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) masyarakat bangsa tersebut. Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) tergantung pada tingkat pendidikan masing-masig individu pembentuk bangsa. Pendidikan yang visioner memiliki misi yang jelas akan menghasilkan keluaran yang berkualitas. Berangkat dari sanalah manajemen disarankan penting untuk diterapkan dalam pendidikan. Manajemen untuk saat ini merupakan  hal yng perlu di perioritaskan untuk kelansungan pendidikan sehingga menghasilkan keluaran yang diharapkan
Kenyataan yang ada, sekarang ini banyak instusi pendidikan yang belum memiliki manajemen yang bagus dalam pengelolaan pendidikannya. Manajemen yang digunakannya masih konvesional sehingga kurang bisa menjawab tantangan zaman dan terkesan tertinggal dan modernitas. Hal ini mengakibatkan sasaran-sasaran ideal pendidikan yang seharusnya bisa dipenuhi ternyata tidak bisa di wujudkan. Parahnya, terkadang para pengelola pendidikan tidak menyadari hal itu.
Salah satu rahasia agar ada kemajuan didalam pendidikan adalah mewujud nyatakan manajemen pendidikan di dalam sekolah. Karena manajemen pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan pendidikan yang aktif dan efektif bagi siswa di suatu lembaga pendidikan. Fungsi manajemen pendidikan yaitu diantaranya ialah, perencanaan, pengorganisasian, pengordinasian, controlling, motivsting, pelaporan dan evaluasi. [1]
Menurut A.L Hartani (2011), mengatakan bahwa manajemen pendidikan itu adalah sebagai seni dan ilmu yang mengelola sumber daya pendidikan  untuk mewujudkan suasan belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya dalam rangka memiliki kekuatan spritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan masyarakat, bangsa maupun dirinya sendiri.[2]
Hal ini tentunya menutut kepekaan setiap lembaga pendidikan untuk melaksanakan sebuah seni dan mampu untuk mengelolah sumber daya pendidikan agar dapat mencapai  tujuan pendidikan seperti yang dikatakan oleh A.L Hartani (2011). Oleh karena itu sebagai seorang mahasiswa yang dipersiapkan untuk menjadi seorang pemimpin dalam lembaga pendidikan, penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian mengenai evaluasi manajemen pendidikan ini, karena penulis melihat ada perbedaan yang sangat besar antara kemajuan pendidikan di indonesia dan negara-negara lain salah satunya yaitu di Irlandia.
Maka dalam penulisan karya ilmiah ini, yang menjadi opjek penelitian bagi penulis adalah SDK Dunia Terang-Turen. Hal ini perlu dilakukan agar dapat mengetahui seberapa baiknya pelaksanaan manajemen pendidikan, bukan hanya asumsi tanpa bukti, melainkan berdasarkan analisa secara mendalam, serta diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi orang-orang yang terlibat dalam dunia pendidikan.
1.2.   Rumusan Masalah
Dengan berdasarkan berbagai pengalaman dan latar belakang yang terjadi, maka peneliti menyimpulkan beberapa hal yang menjadi tanggung jawab yang harus dikerjakan oleh peneliti. Berbagai rumusan masalah yang akan di teliti adalah sebagai berikut :
1.2.1.                     Apakah SDK Dunia Terang-Turen telah melaksanakan manajemen pendidikan.
1.2.2.                     Bagaimana caranya SDK Dunia Terang - Turen melaksanakan manajemen pendidikan.
1.2.3.                     Seberapa baiknya/buruknya implementasi dari manajemen pendidikan bagi SDK Dunia Terang -Turen
1.2.4.                     Adakah SDK Dunia Terang - Turen menemukan titik kelemahan atau kelebihan dari manajemen pendidikan.

1.3.   Asumsi Dasar
Penelitian ini dilakukan berlatarbelakang dari adanya beberapa asumsi dasar. Yaitu:
1.3.1.                     Sistem pendidikan yang sering berubah dan tidak seimbang
1.3.2.                     Kurangnya evaluasi yang efektif didalam sistem pendidikan terhadap pelaksanaan manajemen pendidikan.

1.4.   Tujuan Penelitian
Adapun beberapa hal yang menjadi bagian dari tujuan pendidiakn yaitu sebagai berikut:
1.4.1.                     Mengetahui keterlaksanaan kebijakan dari manajemen pendidikan di SDK Dunia Terang - Turen.
1.4.2.                     Mengetahui bagaimana caranya pelaksanaan manajemen pendidikan di SDK Dunia Terang – Turen
1.4.3.                     Ingin mengetahui seberapa baiknya/buruknya implementasi manajemen pendidikan bagi SDK Dunia Terang -Turen.
1.4.4.                     Ingin mengetahui,dimana  letak kelemahan atau kelebihan manajemen pendidikan yang ditemukan oleh SDK  Dunia Terang Turen.

1.5.   Ruang lingkup Penelitian
Mengingat luasnya pokok pembahasan ini, maka penelitian ini hanya sebatas tentang  “Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Manajemen Pendidikan di SDK Dunia terang – Turen”.

1.6.   Manfaat Penelitian
Berdasarkan dengan tujuan penelitian di atas maka manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.6.1.                      Manfaat Penelitian
a.          Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan agar dapat menambah wawasan para kepala sekolah, pengajar, bahkan kariyawan sekolah bakan peneliti sendiri tentang pentingnya evalusi manajemen pendidikan bagi satuan lembaga pendidikan.
b.         Manfaat praktis
Hasil dari penelitian ini diharapkan agar dapat membantu mengevaluasi pelaksanaan manajemen pendidikan di setiap satuan lembaga pendidikan, dan dari hasil penilitian ini kiranya dapat membantu membangun semangat para ativis satuan lembaga pendidikan agar dapat membuat sebuah seni untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien yang mengembangkan potensi diri para pesrta didik dalam rangka memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan serta ketrampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat bahkan negara.

1.7.   Defenisi Operasional
Untuk menghindari kesalahanpengertian, maka perlu dipaparkan istilah-istilah yang dipakai dalam karya ilmiah ini, yaitu:
1.7.1.                     Evaluasi
Evaluasi merupakan saduran dari bahasa Inggris "evaluation" yang diartikan sebagai penaksiran atau penilaian [3] . Nurkancana (1983) menyatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan berkenaan dengan proses untuk menentukan nilai dari suatu hal [4].  Sementara Raka Joni (1975) menjelaskan bahwa evaluasi adalah proses untuk mempertimbangkan sesuatu barang, hal atau gejala dengan mempertimbangkan beragam faktor yang kemudian disebut Value Judgment.
Maka dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses menetukan nilai untuk suatu hal atau objek yang berdasarakan pada acuan-acuan tertentu untuk menentukan tujuan tertentu. Dalam perusahaan, evaluasi dapat diartikan sebagai proses pengukuran akan evektivitas strategi yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan perusahaan. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut akan digunakan sebagai analisis situasi program berikutnya.
1.7.2.                      Manajemen
Menurut Etimologi, Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia.Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal[5]. Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
1.         Manajemen sebagai suatu proses,
2.         Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3.         Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.[6]
Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.
1.7.3.                     Pendidikan
Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa latin yaitu dukare,berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpim” dan awalan e, berarti “keluar”.[7]
Pada hakikatnya dalam memahami pengertian pendidikan, terlebih dahulu perlu diketahui 2 istilah dalam dunia pendidikan yaitu Pedagogi yang berarti “Pendidikan” dan pedagogia yang artinya “Ilmu pendidikan”. Istilahg ini berasal dari bahasa Yunani “ Pedagogia" (Paedos dan agoge) yang berarti ‘ saya membimbing, memimpin anak’. Berdasarkan asal kata tersebut, maka pendidikan memiliki pengertian “ seorang yang tugasnya membimbing anak didalam pertumbuhan kepada arah berdiri sendiri serta bertanggung jawab” [8].
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terncana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.[9]
Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun keluar”. Pendidkan adalah pembelajaran pengetahuan, ketrampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke genarai berikutnya melalui pengajaran, pelatihan atau penilitian.

1.8.   Metode Penelitian
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode kualitatif yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang di teliti.  Objek riset dalam karya tulis ini adalah Satuan lembaga pendidikan SDK Dunia Terang – Turen. Sampling riset yang digunakan adalah informan dan narasumber, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan, adalah melalui observasi obyek riset dan wawancara terstruktus serta teknik analisa data deskritif yang bertujuan untuk mendeskripsikan semua keadaan secara  faktual.

1.9.   Sistematika Penulisan
Bab I yang membahas pendahuluan dalam laporan hasil riset ini terbagi menjadi lima bagian yang meliputi : Latar belakang masalah penelitian, Rumusan masalah,Asumsi dasarpenelitian, tujuan riset, , manfaat penelitian, defenisi operasional, meteode penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II berisi tentang Kajian putaka Adalah pembahasan melalui kajian pustaka terhadap topik yang dipermasalahkan, antara lain meliputi: Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Manajemen Pendidikan di SDK Dunia Terang – Turen.
Bab III Metodologi penelitian yang berisi tentang: pengertian metode penelitian, rancangan penelitian, prosedur penelitian, objek riset yaitu SDK Dunia Terang – Turen, sampling riset yaitu informan dan narasumber dalam riset, teknik pengumpulan data melalui observasi obyek riset dan wawancara terstruktur serta teknik analisa data kualitatif.









[1] Syafaruddin dan Irwan Nasution, Manajemen Pembelajaran, (Jakarta: Quantum Teaching, 2005) hal 71
[2] A.L Hartani. Manajemen Pendidikan, (Yogyakarta:Laksbang PRESSindo, 2011), hal 7
[3] Dari wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
[4] Nurkancana wayan, Evaluasi Pendidikan. (Surabaya, Usaha Nasional :1983).
[5] Dari wikipedia bahsa Indonesia, Ensiklopedia bebas
[6] http://definisimu.blogspot.co.id/2012/12/definisi-manajemen.html
[7] Dari Wikipedia bahasa Indonesia, esiklopedia bebas.
[8] Tholib Kasan, Dasar-Dasar Pendidikan. (Jakarta:Juni 2009).hal 7
[9] Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta:Kencana,2009), hal

Komentar