EVALUASI TERHADAP
MANAJEMEN KURIKULUM 2013 DI SDK DUNIA TERANG - TUREN


SKRIPSI

Diajukan kepada
Sekolah Tinggi Teologi Elohim Indonesia    
Untuk Memenuhi Sebagian Dari Persyaratan
Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Pendidikan Agama Kristen

OLEH
BENDELINA ATALANI
NIM : 17.14.307







SEKOLAH TINGGI TEOLOGI ELOHIM INDONESIA
(STTELA)   Malang - 2018 




BAB I
PENDAHULUAN

1.1              LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan nasional di Indonesia masih menghadapi berbagai macam persoalan, karena substansi yang ditransformasikan selama proses pendidikan dan pembelajaran selalu berada di bawah tekanan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemajuan masyarakat. Saat ini adalah adanya kurikulum yang silih berganti dan terlalu membebani anak tanpa ada arah pengembangan yang betul-betul diimplementasikan sesuai dengan perubahan yang diinginkan pada kurikulum tersebut.
Tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan kurikulum selalu mengarah pada perbaikan sistem pendidikan. Perubahan tersebut dilakukan karena dianggap belum sesuai dengan harapan yang diinginkan sehingga perlu adanya revitalisasi kurikulum. Usaha tersebut mesti dilakukan demi menciptakan generasi masa depan berkarakter, yang memahami jati diri bangsanya dan menciptakan anak yang unggul, mampu bersaing di dunia internasional.
Kurikulum sifatnya dinamis karena selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan dan tantangan zaman. Semakin maju peradaban suatu bangsa, maka semakin berat pula tantangan yang dihadapinya. Persaingan ilmu pengetahuan semakin gencar dilakukan oleh dunia internasional, sehingga Indonesia juga dituntut untuk dapat bersaing secara global demi mengangkat martabat bangsa. Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan yang akan menimpa dunia pendidikan, ketegasan kurikulum dan implementasinya sangat dibutuhkan untuk membenahi kinerja pendidikan yang jauh tertinggal dengan negara-negara maju di dunia.
Penyelenggaraan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional diharapkan dapat mewujudkan proses berkembangnya kualitas pribadi peserta didik sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, yang diyakini akan menjadi faktor determinan bagi tumbuh kembangnya bangsa dan negara Indonesia sepanjang zaman.[1]
Dari sekian banyak unsur sumber daya pendidikan, kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik. Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa kurikulum yang dikembangkan dengan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; dan (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, man-diri; dan (3) warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pengembangan dan pelaksanaan kurikulum 2013 salah satu strategi
pembangunan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.[2]
Oleh karena kurikulum adalah alat yang sangat penting dalam pendidikan, maka alat ini memerlukan peninjauan, perombakan atau perubahan guna mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman. Maka dari itu kurikulum juga harus selalu berkembang.
Manajemen kurikulum adalah salah satu aspek yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran dalam pendidikan. Kurikulum merupakan suatu sistem program pembelajaran untuk mencapai tujuan institusional pada lembaga pendidikan, sehingga kurikulum memegang peranan penting dalam mewujudkan sekolah yang bermutu atau berkualitas[3]. Untuk menunjang keberhasilan kurikulum, diperlukan upaya pemberdayaan bidang manajemen atau pengelolaan kurikulum. Pengelolaan kurikulum pada tingkat lembaga atau sekolah perlu di koordinasi oleh pihak pimpinan (manajer) dan pembantu pimpinan (manajer) yang dikembangkan secara integral dalam konteks Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) serta disesuaikan dengan visi dan misi lembaga pendidikan yang bersangkutan.[4]
Oleh karena itu penelitian ini dikerjakan  dan yang menjadi objek penelitin adalah SDK Dunia Terang – Turen, dengan judul penelitian “Evaluasi Terhadap Manajemen Kurikulum 2013”.



1.2              Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah, yang mendasar untuk, mengarahkan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.2.1        Apakah SDK Dunia Terang – Turen, memahami Manajemen Kurikulum 2013?
1.2.2        Apakah SDK Dunia Terang – Turen Menerapkan Manajemen Kurikulum 2013?
1.2.3        Apakah SDK Dunia Terang – Turen menemukan titik kelemahan atau Kelebihan Manajemen Kurikulum 2013 ?
1.2.4        Apakah SDN Dunia Terang – TUREN Melakukan perencanaan pengembangan manajemen Kurikulum 2013?


1.3              Tujuan Penelitian
            Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.3.1        Untuk Mengetahui pemahaman SDK Dunia Terang - Turen tentang manajemen kurikulum 2013.
1.3.2        Untuk Mengetahui penerapan manajemen kurikulum 2013 di SDK Dunia Terang – Turen
1.3.3        Untuk Mengetahui apakah SDK Dunia Terang – Turen menemukan kelemahan atau kelebihan dari Manajemen Kurikulum 2013.
1.3.4        Mengetahui perencanaan pengembangan manajemen Kurikulum 2013 di SDK Dunia Terang.


1.4              Ruang Lingkup Penelitian
Mengingat luasnya pokok pembahasan ini, maka penelitian ini hanya sebatas tentang “ Evaluasi Terhadap Manajemen Kurikulum 2013 yang diterapkan  di SDK Dunia Terang – Turen”  maka, yang akan di evaluasi adalah Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kurikulum 2013.


1.5              Asumsi Dasar
1.5.1        Kurikulum 2013 dinilai lebih berfokus pada sikap dan kemampuan peserta didik yang tidak terlepas dari penguasaan pemahaman/pengetahuannya dalam proses pembelajaran
1.5.2        Kurikulum 2013 dianggap mematikan kreatifitas guru dan tidak mempertimbangkan konteks budaya lokal, karena guru telah diberikan buku pegangan dan silabus yang isinya sama sekali tanpa memikirkan konteks local.





1.6              Manfaat Penelitian
Berdasarkan dengan Tujuan Penelitian di atas makan manfaat yang di harapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:


1.6.1        Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini di harapkan agar dapat menambah wawasan para kepala sekolah, pengajar, bahkan seluruh tenaga kependidikan dan peneliti sendiri tentang pentingnya manajemen kurikulum.


1.6.2        Manfaat Praktis
Dengan adanya penelitian ini secara praktis, diharapkan bermanfaat bagi:

a.                  STT Elohim Indonesia
Penelitian ini sangat diharapkan dapat memberi kontribusi yang aktual bagi ilmu-ilmu yang lain pada umumnya. Dan diharapkan agar bermanfaat bagi mahasiswa/i khususnya yang belajar tentang pendidikan (Konsentrasi PAK).
b.                  SDK. Dunia Terang – Turen
Melalui penelitian ini diharapkan seluruh tenaga kependidikan yang berada di SDK Dunia Terang – Turen, agar  terus menambah potensi khusunya tentang manajemen kurikulum, dan mampu untuk menerapkan kepada seluruh peserta didik dalam hal proses belajar yang baik, agar seluruh siswa juga mampu mengembangkan potensi diri mereka melalui kurikulum yang digunakan oleh setiap tenaga pendidik.
c.                   Penulis
Hasil penelitian ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengalaman penulis, sebagai pengetahuan yang dapat digunakan suatu hari nanti , agar mampu menciptakan anak bangsa yang berintelektual baik, bermoral dan memiliki kerohanian yang baik.



1.7              Definisi Operasional
Untuk menghindari kesalahan pengertian, maka perlu diperhatikan penegasan istilah yang dipakai, yaitu:


1.7.1        Penjelasan Istilah “Evaluasi
Evaluasi merupakan saduran dari bahasa Inggris "evaluation" yang diartikan sebagai penaksiran atau penilaian [5] . Nurkancana, menyatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan berkenaan dengan proses untuk menentukan nilai dari suatu hal. Sementara Raka Joni,  menjelaskan bahwa evaluasi adalah proses untuk mempertimbangkan sesuatu barang, hal atau gejala dengan mempertimbangkan beragam faktor yang kemudian disebut Value Judgment.[6]
Maka dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses menetukan nilai untuk suatu hal atau objek yang berdasarakan pada acuan-acuan tertentu untuk menentukan tujuan tertentu.


1.7.2        Penjelasan Istilah “Manajemen Kurikulum”
1.7.2.1 Manajemen
Menurut Etimologi, Kata Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,” terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus yang berati “tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin, mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien[7]. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal. Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
Dari gambaran di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.




1.7.3        Kurikulum
Dalam Kamus Besar Bahas indonesia (KBBI) kurikulum adalah, perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan. Sedangkan Secara etimologis, kurikulum berasal dari bahasa inggris yaitu kata curriculum yang berarti rencana pelajaran. Kata Curriculum sendiri berasal dari kata "Currere yang berarti berlari cepat, tergesa gesa, menjelajahi, menjalani, dan berusaha[8]. Dalam kamus Webster's tahun 1857, secara gamblang kurikulum diartikan sebagai rancangan sejumlah mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa untuk naik kelas atau mendapatkan ijazah (menyelesaikan studinya). Jadi, Kurikulum adalah suatu sistem yang mempunyai komponen-komponen yang saling berkaitan erat dan menunjang satu sama lain. Komponen-komponen kurikulum tersebut terdiri dari tujuan, materi pembelajaran, metode, dan evaluasi. Dalam bentuk sistem ini kurikulum  akan berjalan menuju suatu tujuan pendidikan dengan adanya saling kerja sama diantara seluruh subsistemnya. Apabila salah satu dari variabel kurikulum tidak berfungsi dengan baik maka sistem kurikulum akan berjalan kurang baik dan maksimal.[9]
Dari beberapa pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa, manajemen kurikulum merupakan segenap proses perencanaan, pengorganisaian, pelaksanaan dan penegendalian kurikulum guna mencapai tujuan pendidikan dengan titik berat pada usaha peningkatan kualitas pembelajaran.






1.8              Metode Penelitian
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode kualitatif yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang di teliti.  Objek riset dalam penelitian ini adalah Satuan lembaga pendidikan SDK Dunia Terang – Turen. Sampling riset yang digunakan adalah informan dan narasumber, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan, adalah melalui observasi obyek riset, dokumentasi dan wawancara terstruktur serta teknik analisa data deskritif yang bertujuan untuk mendeskripsikan semua keadaan secara  faktual.


1.9 Sistematika Penulisan
Bab I yang membahas pendahuluan dalam laporan hasil riset ini terbagi menjadi lima bagian yang meliputi : Latar belakang masalah penelitian, Rumusan masalah,Asumsi dasarpenelitian, tujuan riset, , manfaat penelitian, defenisi operasional, meteode penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II berisi tentang Kajian putaka Adalah pembahasan melalui kajian pustaka terhadap topik yang dipermasalahkan, antara lain meliputi: Evaluasi Terhadap Pelaksanaan Manajemen Pendidikan di SDK Dunia Terang – Turen.
Bab III Metodologi penelitian yang berisi tentang: pengertian metode penelitian, rancangan penelitian, prosedur penelitian, objek riset yaitu SDK Dunia Terang – Turen, sampling riset yaitu informan dan narasumber dalam riset, teknik pengumpulan data melalui observasi obyek riset dan wawancara terstruktur serta teknik analisa data kualitatif.
Bab IV yaitu analisa data penelitian yang berisi tentang hasil analisis data penelitian melalui hasil wawancara terhadap narasumber dan pembahasan hasil riset. Selanjutnya pemberian kritik dan solusi.
Bab V merupakan penutup pada bagian terakhir ini berisi tentang kesimpulan dan saran.


[3] Muhammad Kristiawan, et al, Manajemen pendidikan (Yogyakarta :CV. Budi Utama, 2017) . Hal. 76
[5] https://id.wikipedia.org/wiki/Evaluasi ,Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas,( 3 Juni. 2018, 04.36).
[6]  Ali Imron, Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah,(Jakarta: Bumi Aksara, 2012),hal.118
[7] Wikipedia bahasa Indonesia, Ensiklopedia bebas, https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen.,  (13 Juli 2018)
[8] Beny Susetyo, Politik Pendidkan Penguasa, (Yogyakarta:LkiS, 2005). Hal. 23-24
[9] Oemar Hamalik, Manajemen Pengembangan Kurikulum, (Bandung:PT. Remaja Rosyada Karya, 2006). Hal. 28

Komentar

Posting Komentar