BAB III. METODE RISET . EVALUASI MANAJEMEN KURIKLUM 2013
BAB III
METODE RISET
3.1
Pengertian Metode Riset Kualitatif
Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan metode penelitian Kualitatif (qualitative research). Penelitian kualitatif adalah suatu
penelitian ilmiah, yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam kontek
sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang
mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Penelitian kualitatif
mempunyai dua tujuan utama, yang pertama
menggambarkan dan mengungkapkan (to
describe and explore) dan kedua
menggambarkan dan menjelaskan (to
describe and explaim). Menurut Prof. Dr Sugiyono dalam bukunya,
mendefenisikan Metode penelitian kualitatif sebagai:
“Suatu metode
peneltian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk
meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen)
dimana penelitian adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data
dilakukan secara trigulasi (gabungan), analisa data bersifat induktif/kualitatif dan
hasil penelitian lebih menekan pada makna dari pada generalisasi”.[1]
Teori ini sangatlah
tepat karena penelitian kualitatif berorientasi pada kondisi objek yang
alamiah. Jadi dapatlah disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah sebuah
metode atau cara yang bersistem dan bersifat alamiah dalam melakukan suatu
kegiatan guna mencapai target yang telah ditentukan. Adapun langkah yang
dikerjakan dalam melakukan penelitian di lapangan untuk mengumpulkan data-data atau informasi yang
benar-benar akurat, dapat dilihat pada bagian di bawah ini.
3.2
Objek Penelitian
Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, Objek penelitian adalah hal, perkara, atau orang yang menjadi pokok
pembicaraan; benda, hal dan sebagainya yang dijadikan sasaran untuk diteliti,
diperhatikan.[2] Objek penelitian
adalah keseluruhan dari gejala yang terdapat di sekitar
kehidupan, atau dengan kata lain apa yang hendak diselidiki di dalam kegiatan
penelitian. Jadi, objek dalam penelitian ini adalah
SDK Dunia Terang- Turen . Oleh
karena SDK Dunia Terang-Turen adalah sebuah lembaga pendidikan untuk itu ada
beberapa hal akan dijabarkan atau diuraikan mengenai hal-hal yang berkaitan
dengan objek penelitian tersebut.
3.2.1. Latar belakang Berdirinya SDK Dunia Terang
–Turen
3.2.2. Struktur Organisasi SDK Dunia Terang- Turen
3.2.3
Visi Dan Misi SDK Dunia Terang- Turen
3.3
Informan
Atau Nara Sumber Dalam Riset Kualitatif
Ada pun sumber informasi dalam penelitian “Evaluasi
Terhadap Manajemen Kurikulum 2013 di SDK Dunia Terang-Turen,” adalah Kepala
Sekolah, Wakasek Kurikulum, Guru mengajar dan Guru wali kelas, di SDK Dunia
Terang-Turen. Adapun data-data informannya sebagai berikut adalah menetapkan
tujuh (7) orang yang menjadi narasumber untuk diwawancarai yaitu beberapa dari
guru-guru dan Kepala sekolah.
Informasi
Sampel Yang Ditetapkan Sebagai Nara Sumber Dilapangan
|
No.
|
Nama
|
Jabatan
|
Jumlah
|
|
1.
|
Nama
|
Kepala Sekolah
|
1
|
|
2.
|
Nama
|
Wakasek Kurikulum
|
1
|
|
3.
|
Nama
|
Guru mengajar
|
3
|
|
4.
|
Nama
|
Guru Wali Kelas
|
2
|
3.4
Teknik
Pengumpulan Data.
Adapun cara yang
digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
3.4.1
Observasi.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI),
observassi adalah pengamatan atau peninjauan secara cermat.[3]
Sedangkan menurut Sutrisno, observasi adalah sebagai pengamatan dan pencatat
dengan sistematika fenomena-fenomena yang diselidiki.[4]
Untuk itu dalam penelitian ini, peneliti akan mengobservasi objek penelitian
yang langkah-langkahnya adalah seperti berikut:
|
Variabel
|
Indikator
|
Kegiatan Obervasi
|
|
1. Evaluasi
Manajemen Kurikulum 2013
|
1. Pemahaman
Guru terhadap manajemen kurikulum 2013
|
1. Mengunjungi
SDK Dunia Terang- Turen.
2. Mengamati
seluruh kegiatan pendidikan di SDK Dunia Terang – Turen.
|
|
2. Implikasinya
bagi SDK Dunia Terang Turen
|
2. Proses
Belajar mengajar
|
1. Mengamati
Proses Pembelajaran di kelas-kelas.
|
3.4.2
Wawancara
Wawancara merupakan salah satu
metode pengumpulan data untuk mendapatkan informasi dengan cara bertanya
langsung kepada responden.
Menurut Kartono, wawancara adalah suatu percakapan
yang diarahkan pada suatu masalah tertentu yang dilakukan proses Tanya jawab
dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan. [5]
Berikut ini adalah daftar pertanyaan
yang akan di ajakan kepada narasumber.
3.4.2.1
Quesioner untuk
Kepala sekolah
|
Variabel
|
Indikator
|
Pertanyaan
|
|
1.
Evaluasi manajemen Kurikulum 2013
|
1.
Pemahaman Manajemen Kurikulum 2013
|
1. Bagaimana
pemahaman anda mengenai manajemen kurikulum 2013?
2. Bagaimana
pendapat anda mengenai kurikulum 2013 di banding kurikulum 2006?
3. Apakah
Kurikulum 2013 sejalan dengan misi dan sekolah ini?
|
|
2.
Implementasi bagi SDK Dunia Terang-Turen
|
1.
Penerapan manajemen kurikulum 2013
|
1.
Apakah di sekolah ini melakukan
perencanaan dalam kurikulum 2013?
2.
Mengapa harus ada perencanaan?
3.
Siapa saja yang terlibat dalam
perencanaan kurikulum 2013?
4.
Dalam melakukan perencanaan
kurikulum 2013, apa saja yang di rencanakan?
5.
Apakah ada pengorganisasian
kurikulum 2013 di sekolah ini?
6.
Bagaimana anda mengatur kurikulum
2013 agar berjalan sesuai dengan tujuannya?
7.
Siapa saja yang terlibat dalam
pengorganisasian kurikulum 2013?
8.
Tujuan apa yang akan dicapai
dalam pengorganisasian?
9.
Apakah ada pelaksanaan kurikulum
2013?
10.
Bagaimana cara anda melakukan
pelaksanaan kurikulum 2013?
11.
Apa saja kendala yang di alami
dalam melaksanakan kurikulum 2013?
12.
Apakah ada pengawasan dalam
kurikulum 2013?
13.
Mengapa harus ada pengawasan
dalam kurikulum 2013?
14.
Siapa yang melakukan pengawasan
pada kurikulum 2013 di sekolah ini?
15.
Apa saja yang dilakukan dalam
pengawasan kurikulum 2013?
16.
Sesering apa anda melakukan
pengawasan?
17.
Dalam melakukan pengawasan,
apakah anda menemukan hal-hal yang menghambat tujuan dari kurikulum 2013?
|
|
|
|
|
2.4.2.3
Quesioner untuk
Wakasek Kurikulum
|
Variabel
|
Indikator
|
Pertanyaan
|
|
1.
Evaluasi manajemen Kurikulum 2013
|
|
|
|
|
1.
.Apakah di sekolah ini melakukan perencanaan dalam kurikulum 2013?
2.
Mengapa harus ada perencanaan?
3.
Siapa saja yang terlibat dalam
perencanaan kurikulum 2013?
4.
Dalam melakukan perencanaan
kurikulum 2013, apa saja yang di rencanakan?
5.
Apakah ada pengorganisasian
kurikulum 2013 di sekolah ini?
6.
Bagaimana anda mengatur kurikulum
2013 agar berjalan sesuai dengan tujuannya?
7.
Siapa saja yang terlibat dalam
pengorganisasian kurikulum 2013?
8.
Tujuan apa yang akan dicapai
dalam pengorganisasian?
9.
Apakah ada pelaksanaan kurikulum
2013?
10.
Bagaimana cara anda melakukan
pelaksanaan
kurikulum 2013?
11.
Apa saja kendala yang di alami
dalam melaksanakan kurikulum 2013?
12.
Apakah ada pengawasan dalam
kurikulum 2013?
13.
Mengapa harus ada pengawasan
dalam kurikulum 2013?
14.
Siapa yang melakukan pengawasan
pada kurikulum 2013 di sekolah ini?
15.
Apa saja yang dilakukan dalam
pengawasan kurikulum 2013?
16.
Sesering apa anda melakukan
pengawasan?
17.
Dalam melakukan pengawasan,
apakah anda menemukan hal-hal yang menghambat tujuan dari kurikulum 2013?
|
|
|
|
1. Apakah
anda akan melakukan pengembangan dalam
kurikulum 2013?
2. Apa
saja yang akan anda lakukan dalam pengembangan kurikulum 2013 kedepannya?
|
3.4.2.2
Quesioner
Untuk Guru
|
Variabel
|
Indikator
|
Pertanyaan
|
|
1. Evaluasi
Terhadap Manajemen Kurikulum 2013
|
1. Pemahaman
Guru terhadap manajemen kurikulum 2013
|
1. Menurut
anda apa itu manajemen kurikulum 2013?
2. Apa
tujuan dibentuknya kurikulum 2013 (K 13).
3. Bagaimana
pendapat anda mengenai manajemen kurikulum 2013 di banding kurikulum 2006?
|
|
2. Implikasi
bagi SDK Dunia Terang Turen
|
1. Penerapan
manajemen Kurikulum 2013
|
1. Menurut
anda apakah ada kegiatan perencanaan dalam kurikulum 2013 di sekolah ?
2. Siapa
yang berhak menyusun perencanaan di sekolah?
3. Apakah
anda terlibat dalam perencanaan kurikulum 2013?
4. Apa
saja yang akan dilakukan dalam perencan kurikulum 2013?
5. Apakah
di sekolah ini melakukan pengorganisasian dalam kurikulum 2013?
6. Menurut
anda siapa yang melakukan pengorganisasian kurikulum 2103?
7. Apakah
anda terlibat dalam pengorganisasian kurikulum 2013?
8. Apakah
ada pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah ini?
9. Menurut
anda seberapa pentingnya pelaksanaan kurikulum 2013?
10. Apakah
disekolah ini ada pengawasan guru dalam kurikulum 2013?
11. Apakah
anda sering di pantau oleh kepala sekolah dalam penerapan kurikulum 2013?
12. Sesering
apakah anda di awasi dalam kurikulum 2013?
13. Dalam
situasi apakah kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap anda?
14. Apakah
sebelum melakukan belajar mengajar kepala sekolah juga memantau RPP anda?
|
|
|
2. Kelebihan
dan kelemahan kurikulum 2013
|
1. Apakah
anda menemukan kelebihan atau kelehamahan dari kurikulum 2013 pada saat
melakukan proses belajar/mengajar?
2. Bagaimana
caranya anda untuk mengatasi atau
mengelola kelemahan-kelemahan dari kurikulum 2013?
|
3.4.3
Dokumentasi
Menurut surhasihim Arikunto, dokumentasi adalah
mencari data mengenai hal-hal yang variable yang berupa catatan, transkip,
buku, majalah, prasati, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya.[6]
Adapun dokumen-dokumen yang hendak di teliti adalah sebagai berikut:
|
No.
|
Indikator
|
Dokumentasi
|
|
1.
|
Pemahaman kurikulum 2013
|
1. Kurikulum sekolah
2. RPP.
|
|
2.
|
Penerapan Kurikulum 2013 dalam Proses
Belajar – mengajar
|
1. Reinstra
Sekolah
|
3.5
Teknik
analisa data Kualitatif
Proses analisa data kualitati dikelompokan menjadi 3
(tiga) bagian yaitu: observasi, wawancara, dan dokumntasi yang di olah dalam
bentuk table-tabel sesuai dengan narasumber serta analisa guna menemukan
jawaban.
3.5.1
Analisa
Data Observasi
Semua data yang diperoleh melalui observasi,
data-data dicatat dan dideskripsikan kemudian ditemukan indicator-indikator
kesesuaian dengan masalah dalam penelitian.
3.5.2
Analisa
Data Wawancara
Hasil wawancara yang berupa jawaban dari setiap
narasumber, pertanyaan yang diajukan dideskripsikan untuk setiap rumusan maslah
yang telah dipaparkan di bab
sebelumnya
dan dibandingkan dengan tujuan penelitian dan kemudian menarik sebuah
kesimpulan.
3.5.3
Analisa
data dokumentasi
Teknis analisa data dokumentasi dilakukan dengan cara
mencocokan hasil data-data yang ditemukan dilapangan yang berupa dokumen dengan
hasil observasi dan wawancara, kemudia dideskripsikan untuk mendapatkan data
yang akurat tanpa ada pemalsuan data.
[2] Tim
Penyusun Kamus Pembina dan Pengembangan Bahasa,
Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi 2 (Jakarta: Balai Pustaka, 1991) hal
689
[3] Pusat Bahasa Depaterman
Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ke-2, (Jakarta: Balai Pustaka.
1991), Hal.721
[5] Kartono Kartono, Pengantar Motodologi Riset Sosial,
(Bandung:Alumni. 1986) hal.171
[6] Arikunto Suharsihim, Prosedur Penelitian,(Jakarta: Rineka
Cipta, 2013), Hal. 274.
Komentar
Posting Komentar